Akhlak siswa terhadap guru
Oleh : Zaeni Achmad S., S.Pdi
Seorang siswa wajib berbuat baik kepada guru dalam arti menghormati, memuliakan dengan ucapan dan perbuatan sebagai balas jasa atas kebaikan yang diberikannya. Siswa berbuat baik dan berakhlak mulia atau bertingkah laku kepada guru dengan dasar pemikiran sebagai berikut :
a. Memuliakan dan menghormati guru termasuk satu perintah agama
Sabda Rosullullah SAW yang artinya :
“Muliakanlah orang yang kamu belajar darinya” (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi), Muliakanlah guru-guru Al-Qur’an (agama) karena barangsiapa yang memuliakan mereka berarti ia memuliakan Aku (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi).
Penyair Mesir Ahmad Syauki Bey mengatakan : “Berdiri dan hormatilah guru dan berilah ia penghargaan, (karena) seorang guru itu hampir saja merupakan Tuhan”. (HR. Abdul Hasan Al-Mawardi)
b. Guru adalah orang yang sangat mulia
Dalam sejarah nabi disebutkan, bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW keluar rumah. Tiba-tiba beliau melihat ada dua majilis yang berbeda. Majilis yang pertama adalah orang-orang yang beribadah yang sedang berdoa kepadan Allah dengan segala kecintaan kepadaNya, sedang majilis yang kedua ialah majilis pendidikan dan pengajaran yang terdiri dari guru dan sejumlah murid-muridnya. Melihat dua macam majilis yang berbeda Nabi bersabda: “Adapun mereka dari majilis ibadah mereka sedang berdoa kepada Allah. Jika Allah mau, Allah menerima doa mereka dan jika Allah mau Allah menolak doa mereka. Tetapi mereka yang termasuk dalam majilis pengajaran manusia. Sesungguhnya aku diutus Tuhan adalah untuk menjadi guru”. (HR. Ahmad)
c. Guru adalah orang yang sangat besar jasanya dalam meberikan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan mental kepada siswa
Bekal ini jika diamalkan jauh lebih berharga dari pada harta benda. Orang yang ingin sukses di dunia dan akhirat harus dengan ilmu. Sabda Rosulullah SAW : “Barang siapa yang menghendaki dunia, wajib ia mempunyai ilmu. Barang siapa yang menghendaki akhirat, wajib mempunyai ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki dunia dan akhirat kedua-duanya, wajib juga mempunyai ilmu”. (HR. Ahmad)
d. Dilihat dari segi usia, maka pada umumnya guru lebih tua dari pada muridnya, sedangkan orang muda wajib menghormati orang yang lebih tua.
Sabda Rosulullah SAW : “Bukan dari umatku, orang yang lebih muda yang tidak sayang kepada yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua”. (HR. Abu Daud dan Turmudzi).
Cara berakhlak terhadap Guru
Banyak cara yang dapat dilakukan seorang siswa dalam rangka berakhlak terhadap seorang guru, diantaranya adalah sebagai berikut:
- Menghormati dan memuliakannya serta mengagungkannya menurut cara yang wajar dan dilakukan karena Allah
- Berupaya menyenangkan hatinya dengan cara yang baik
- Tidak merepotkan guru dengan banyak pertanyaan
- Tidak meletihkan guru dengan berbagai pertanyaan dan beban lainnya
- Jangan berjalan dihadapannya
- Jangan duduk ditempat duduknya
- Jangan mulai berbicara kecuali setelah mendapat izin darinya
- Jangan membukakan rahasia guru
- Jangan melawan dan menipu guru
- Meminta maaf jika berkata keliru terhadap guru
- Memuliakan keluarganya
- Memuliakan sahabat karib guru
Tidak kalah pentingnya seorang siswa dapat berakhlakkul karimah dengan teman sebayanya (disekolah). Dalam pergaulan seorang siswa dengan teman sebayanya sangat diperlukan adanya kerjasama, saling pengertian dan saling menghargai.
Pergaulan yang dilandasi oleh saling menghargai akan menimbulkan rasa setia kawan yang akrab dan kerukunan yang mantap, serta tidak akan timbul rasa curiga mencurigai, rasa dendam, saling jelek menjelekkan, cela mencela, sehingga terhindar percekcokan dan perkelahian antar pelajar.














0 Comments
You can be the first one to leave a comment.